JAKARTA - Setiap harinya, petani akan menambahkan pupuk ke tanah mereka untuk menutrisi tanaman yang akan tumbuh. Mulai dari pemakaian pupuk organik seperti pupuk kandang sampai pupuk berbahan kimia.
Pupuk berbahan kimia biasanya mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Ada pula yang menambahkan unsur hara sekunder, seperti belerang, magnesium, dan kalsium.
Salah satu unsur hara utama yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh adalah nitrogen.
Pupuk nitrogen dapat meningkatkan hasil tanaman yang lebih banyak di lahan yang lebih kecil.
Namun, penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan berisiko memicu emisi gas rumah kaca sehingga bisa menyebabkan pemanasan global.
Berbeda dengan karbon dioksida atau oksigen yang mudah diserap oleh tanaman, nitrogen oksida (N20) ini tidak bisa diserap tanaman dengan baik.
Tanaman hanya mengambil setengah dari N20 yang didapatkan dari pupuk.
Setelah itu, pupuk tersebut mengalir ke saluran air atau dipecah oleh mikroba dalam tanah dan melepaskan gas rumah kaca yang kuat ke atmosfer.
Sektor pertanian pun menjadi sumber utama yang menyumbang dua pertiga emisi N20.
Sumber lainnya berasal dari sektor industri, pemabakaran bahan bakar fosil, biomasa, dan limbah.
Berkat hal ini, N20 dapat menghangatkan bumi 300 kali lebih banyak dibandingkan dengan karbon dioksida.
(Natalia Bulan)