Hanny juga menghasilkan 15 paten atau hak kekayaan intelektual. Beberapa di antaranya, permen yang mengandung minyak kayu putih dan ekstrak matcha untuk menghambat pertumbuhan mikroba penyebab halitosis.
Lalu Konsentrat minuman herbal fungsional berbasis ekstrak kumis kucing dan proses pembuatannya.
Hanny sendiri mendapat julukan Dosen Jamu lantaran sering mengajar mata kuliah terkait jamu.
Hanny mengaku tidak menyangka bakal menerima penghargaan BRIN Sarwono Award 2022.
Baginya, dunia keimuan merupakan sesuatu yang sangat mewah. Salah satu harapan Hanny adalah ingin menciptakan image dunia pertanian di Indonesia lebih mempunyai greget positif di mata masyarakat Indonesia dan internasional.
"Indonesia dengan sekian banyak penduduknya, belum ada satupun yang meraih hadiah Nobel. Saya ingin mendorong generasi muda tertarik dengan dunia peneltian dibanding sinetron," katanya.
(Natalia Bulan)