Dalam presentasinya bertema “Dangdut Dalam Cengkeraman Televisi”, Dr.Rubiyanto menyebutkan bahwa dalam karakteristik asli musik dangdut yang aslinya menyuarakan permasalahan rakyat kecil serta kehidupan sehari-hari memang mengalami pergeseran setelah terkomodifikasi oleh industri televisi yang mengkomersilkan jenis musik ini.
Sementara itu, dalam presentasi berikutnya bertema “Radiomorfosis”. Dr.Sri Ulya Suskarwati menyebutkan bahwa di tengah gempuran berbagai “platform” media, maka media radio perlu berinovasi untuk mempertahankan eksistensinya.
Salah satu upaya yang dilakukan media radio dan terbukti berhasil yakni dengan strategi “visual friend” , menampilkan gambar video pada saat penyiaran atau dengan kata lain, tidak lagi hanya sekedar menampilkan audio kepada khalayaknya.
(Angkasa Yudhistira)