JAKARTA - Beberapa dampak yang akan terjadi apabila tidak terdapat gas rumah kaca di atmosfer Bumi. Salah satunya adalah panas dari matahari akan kembali dipantulkan dengan bebas ke luar angkasa sehingga suhu bumi akan turun signifikan.
Matahari sebagai pusat tata surya mengirimkan sinarnya menuju bumi dan dibelokan lagi sebagianya keluar angkasa oleh atmosfer.
Lalu sebagiannya lagi masuk ke bumi sebagai suatu negeri radiasi infra merah kemudian dipantulkan kembali. Nah, radiasi yang masuk ke dalam atmosfer ini kemudian disebut sebagai efek rumah kaca.
Saat ini, pemanasan global terjadi karena adanya konsentrasi gas rumah kaca yang tertahan di udara seperti CO2 dan chlorofluorocarbon.
Gas ini dihasilkan dari tindakan manusia dan kegiatan industri yang terus meningkat.
Kegiatan pemanasan di bumi terus meningkat mengakibatkan dampak yang sangat serius seperti perubahan iklim, punahnya flora fauna tertentu, hama penyakit, lelehan es di kutub utara dan masih banyak lagi.
Efek rumah kaca atau biasa disebut sebagai green house effect dapat dimengerti sebagai kenaikan suhu drastis pada benda-benda di langit seperti bintang, bulan dan planet.
Peningkatan suhu secara drastis disebabkan karena adanya perubahan komposisi atmosfer yang melingkupi benda langit tersebut.
Sementara pemanasan global atau global warming merupakan meningkatnya suhu di bumi dikarenakan gas polutan yang mencemari udara.
Kenaikan konsentrasi gas dari hasil bahan bakar fosil seperti CO2 yang terperangkap di atmosfer mengakibatkan efek rumah kaca.