JAKARTA - Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal dari fosil secara berlebihan? Ada banyak anggapan dalam masyarakat.
Tetapi yang jelas energi fosil adalah energi tak terbarukan jadi penggunaannya harus dibatasi.
Supaya penggunaan berkelanjutan dapat tercapai dalam prosesnya memerlukan energi.
Salah satu energi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah energi dari fosil. Penggunaan energi fosil dimulai sekitar tahun 1900 an ketika era industri mulai berkembang pesat.
Energi fosil dapat berupa batu bara, minyak bumi dan gas bumi.
Jika melalui proses pembakaran energi fosil akan menghasilkan panas yang sangat berguna bagi kehidupan.
Panas dari bahan bakar fosil juga bisa menggerakan radiator sehingga membangkitkan tenaga listrik. Selain itu, energi fosil juga digunakan pada turbin untuk menjalankan pesawat jet.
Panas yang dihasilkan bisa meningkatkan tegangan dan suhu sehingga menghasilkan energi gerak.
Namun ternyata, penggunaan energi fosil berlebihan seperti ini membawa suatu dampak dalam kehidupan.
Penggunaan energi fosil akan ditekan dan digantikan dengan energi terbarukan. Meski tidak sebaik energi yang dihasilkan fosil.
Mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal dari fosil secara berlebihan? Berikut adalah jawabannya.
Mengapa Kita Tidak Boleh Menggunakan Energi yang Berasal dari Fosil Secara Berlebihan?
Di Indonesia sendiri bahan bakar fosil menjadi energi utama untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya.
Penggunaan energi fosil yang berlebihan berdampak pada lingkungan sekitar, pencemaran udara menjadi salah satu akibatnya.
Selain itu juga menyebabkan emisi rumah kaca dan pemanasan global.
Pemanasan global meningkatkan suhu bumi, permukaan air laut dan iklim tidak menjadi tidak stabil.
Dari tahun 1750 sampai 2005 emisi CO2 menjadi penyumbang terbesar perubahan iklim dan berkontribusi besar terhadap pemanasan global yang terjadi.
Hampir 50% dalam kehidupan kita menggunakan energi fosil.
Kekhawatiran akan pemanasan global membuat pengembangan energi terbarukan menjadi sangat penting.
Biomassa bisa menjadi energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Energi tersebut menjadi energi terbarukan untuk mengatasi kekhawatiran akan pemanasan global yang terjadi.
Contoh biomassa yang bisa digunakan berasal dari eceng gondok, limbah pertanian, kotoran hewan ternak dan rerumputan.
Tidak hanya Biomassa, energi alternatif lainnya yang bisa digunakan seperti tenaga air, tenaga angin, cahaya matahari dan panas bumi.
Itulah jawaban dari pertanyaan, mengapa kita tidak boleh menggunakan energi yang berasal dari fosil secara berlebihan?
(Natalia Bulan)