Peraihan akreditasi internasional dari RSC ini, lanjut Priyambodo, memenuhi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) poin ke-8, yaitu Program Studi Berstandar Internasional.
Sesuai kebijakan Kemendikbudristek, akreditasi internasional itu berdasarkan outcome based. Dan kurikulum yang dimiliki suatu program studi ataupun jurusan harus berdasarkan learning outcome sehingga profil para lulusan terbentuk.
Ia menambahkan, pada 2021 terdapat 15 prodi yang didaftarkan mengikuti akreditasi internasional, dan di tahun ini sudah disubmit dan tinggal menunggu jadwal visitasi.
Dia menargetkan pada tahun ini juga akan mendaftarkan 15 prodi lagi untuk mengikuti akreditasi internasional, sehingga diharapkan pada 2023 ada 30 prodi di Unila yang terakreditasi internasional.
“Semoga apa yang telah diraih teman-teman di Prodi Kimia menjadi penyemangat bagi prodi dan jurusan lain, terutama yang sedang proses submit dan yang sedang menunggu proses visitasi lapang, tentu ini akan berimbas positif bagi Universitas Lampung di masa yang akan datang,” pungkasnya.
(Natalia Bulan)