Tarpan Suparman, Sosok yang Dulunya Tukang Becak Kini Menjadi Dekan UBP Karawang

Nila Kusuma, Jurnalis
Kamis 09 Juni 2022 09:15 WIB
Tarpan Suparman, Dekan UBP Karawang yang dulunya tukang becak/Nila Kusuma
Share :

Menurut Tarpan, dirinya tidak menyangka bisa menjadi seorang Dekan. Pasalnya karena ekonomi keluarga yang pas-pasan, sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas dilalui dengan dengan kesusahan.

"Karena faktor ekonomi saya tidak seperti teman-teman lain yang hidupnya kecukupan. Saya cukup tahu diri dan membatasi pergaulan saat di sekolah," katanya.

Lepas dari sekolah SMEA, Tarpan tidak berpikir untuk melanjutkan hingga ke universitas tapi ingin mencari kerja membantu ekonomi keluarganya.

Kemudian dia meninggalkan tanah kelahirannya di Tempuran, Karawang pergi hingga ke Banten.

"Saya cari kerja hingga ke Banten. Namun tidak ada satupun lowongan untuk saya," katanya

Akhirnya dia kembali ke Karawang, namun tidak pulang ke rumah. Tarpan lebih memilih tinggal di rumah kawannya di kota Karawang.

Dia berharap tinggal di kota lebih berpeluang mendapat kerja. Setelah numpang di rumah temannya, namun pekerjaan tak kunjung didapat.

"Hampir setiap sudut kota Karawang saya datangi tapi tidak juga dapat kerjaan," katanya.

Setiap malam dia melamun di depan rumah kawannya. Namun suatu malam saat dia sedang di depan rumah melihat ke ujung jalan banyak becak parkir.

Dia mendatangi pemilik pangkalan becak dan menanyakan apakah ada lowongan untuk sopir becak. Tidak disangka ternyata ada satu becak yang menganggur.

"Saya diterima jadi sopir becak karena pemiliknya kenal dengan teman saya. Itu tahun 1990 saat saya jadi tukang becak.," katanya.

Esok harinya, Tarpan resmi menjadi sopir becak dan mangkal di Kelurahan Adiarsa. Tarpan nekat jadi sopir becak karena keadaan yang memaksa.

"Saya harus bisa hidup sendiri, malu kelamaan numpang di rumah teman. Paling tidak bisa makan minum biaya sendiri," katanya.

Menurut Tarpan jadi sopir becak pendapatanya lumayan untuk bertahan hidup. Setiap hari dia dapat uang dari genjot becak antara Rp2.000 hingga Rp 2.500 per hari.

Setoran untuk pemilik becak Rp 500, hingga perhari dia bisa mengantongi Rp 2.000.

"Cukup untuk makan minum saat itu," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya