BENGKULU - Sejumlah pemuda warga Kampung Jenggalu Kito Kota Bengkulu membangun edukasi ekowisata mangrove untuk menarik minat wisatawan luar wilayah Bengkulu untuk mengetahui lebih dalam tentang tanaman mangrove.
Pembina Kampung Jenggalu Kito, Rifi Zulhendri mengatakan bahwa pembuatan wisata berbasis edukasi di Bengkulu ini dilakukan karena jarang ditemui di daerahnya.
"Ide untuk membuat wisata berbasis edukasi di Bengkulu ini timbul dari melihat banyaknya wisata di Bengkulu yang hanya difokuskan untuk rekreasi," kata Rifi dikutip dari Antara, Kamis (9/6/2022).
Pembina Kampung Jenggalu Kito, Rifi Zulhendri di mengatakan bahwa pembuatan wisata berbasis edukasi di Bengkulu ini karena jarang ada di wilayahnya tersebut.
"ide untuk membuat wisata berbasis edukasi di Bengkulu ini timbul dari melihat banyaknya wisata di Bengkulu yang hanya difokuskan untuk rekreasi," kata Rifi.
Pembangunan edukasi ekowisata mangrove tersebut didukung oleh warga setempat untuk mengembangkan wisata berbasis edukasi.
Selain menawarkan berbagai jenis mangrove yang telah tumbuh dan menahan deras arus pantai, di wisata Kampung Jenggalu nantinya juga akan mengenalkan wisatawan dengan proses tumbuh nya mangrove.
Seperti awal masa pembibitan mangrove berbagai jenis hingga perawatan bibit mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik.
Lanjut Rifi, wisata mangrove tersebut juga sebagai edukasi terhadap wisatawan mengenai mitigasi bencana dan ditargetkan edukasi ekowisata mengrove ini dapat menarik wisatawan luar negeri, domestik maupun lokal.
Melalui edukasi wisata mangrove dapat menjadi wisata yang memberikan edukasi serta juga dapat membangkitkan perekonomian masyarakat Bengkulu khususnya warga sekitar Kampung Jenggalu Kito.
Untuk biaya pembangunan edukasi ekowisata mangrove berasal dari swadaya masyarakat sekitar lokasi dan berharap kedepannya pemerintah dapat membantu mengembangkan edukasi wisata tersebut.
(Natalia Bulan)