JAKARTA - Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma mengungkapkan pembelajaran tatap muka (PTM) sudah kembali dilakukan dapat berpotensi rawan terjadi tawuran antar pelajar.
Menurutnya, harus ada antisipasi terhadap tawuran pelajar ini, terutama pada ruang ketiga yang menjadi area publik.
Dhany juga meminta publik untuk ikut bersama mencegah tawuran siswa.
"Di rumah para pelajar terpantau, di sekolah sudah bagus, iseng berkumpul di luar yang menjadi ruang ketiga, area publik ini yang perlu diantisipasi. Kita pantau bersama supaya tidak terjadi tawuran," ujar Dhany Sukma dikutip oleh MPI dari Website resmi Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2022).
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Komarudin yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menuturkan, potensi kerawanan tawuran yang terjadi di Jakpus melalui cara konvensional dan pola baru era media sosial.
Ia menambahkan, di masa pandemi pelajar yang hendak tawuran janjian melalui sosial media. Mereka juga memiliki kode rahasia yang digunakan untuk mengajak tawuran, sementara itu korbannya juga dikode dengan istilah "sweater merah" atau lainnya.
"Itu pola-pola terbaru para pelajar saat hendak tawuran. Saat ini, pelajar menggabungkan pola lama dan baru untuk dipadukan," jelas Komarudin.
(Natalia Bulan)