Selama keberlangsungan acara, Joko menceritakan bagaimana jiwa berbagi bisa melekat dalam dirinya. Ia juga menjelaskan bahwa berbagi bukan masalah seberapa besar angka yang diberi. Tetapi niatkan karena sedekah.
"Kuncinya yakin, fokus, serius, dan konsisten. Ketika mulai berbagi tak harus menunggu kaya. Ungkapan itu hanyalah omong kosong. Kalau nunggu kaya dulu itu pasti eman-eman," kata Joko.
Menurutnya untuk memulai berbagi hal terpenting adalah menetapkan hati untuk berbagi. Kemudian kerjakan karena itu yang membuat kita senantiasa berbagi. Sebagaimana sloganya “hanya yang berjalan yang akan sampai”.
"Memang saat kita memulai melatih diri untuk berbagi itu berat. Tapi dari situ kita menjadi punya keyakinan, kita punya kedisiplinan terlebih dalam mengelola keuangan, dalam menata perilaku kita. Dengan berbagi jadi pengendalian diri, kita menjadi lebih berhemat," tambah Joko.
Selama hidup, ia berprinsip bahwa harus berbagi dan memberi manfaat kepada sekitar kita. Tidak boleh meminta. Serta jangan menjadikan hidup sebagai sebuah beban. Ia juga berlatih untuk bisa berbagi. Dirinya pun mengakui sempat tak ikhlas ketika berlatih untuk berbagi.
"Untuk bisa membiasakan berbagi, pertama menemukan jati diri. Kebesaran hati kamu, kepercayaan diri kamu seperti apa. Kedua lakukan yang terbaik untuk orang tua. Karena nantinya yang terbaik dalam hidup akan diberikan oleh Allah. Ketiga niatkan untuk berbagi. Keempat selalu berprasangka baiklah kepada siapapun," lanjut Joko.
Sebagaimana yang diungkapkannya, untuk berbagi kita harus merumuskan tujuan hidup.
Karena dengan memiliki tujuan hidup akan menjadikan kita orang yang bertarget.
Serta hanya orang yang bertarget yang akan terus fokus. Dan kefokusan ini akan membantu dalam bekerja menjadi sistematis.
Dengan begini kita akan bisa mengejar tujuan yang dicita-citakan.
"Berbuat baik akan menjadi amal jariyah. Berlatih berbagi bisa kita mulai 1 minggu sadaqah Rp 20.000 dalam 1 bulan. Kemudian terus ditambah misalnya saja 2 kali lipat dan dilakukan secara konsiten. Awalnya memang terlihat susah, tetapi ketika sudah dikerjakan maka tidak akan ada yang susah," tutup Joko.
(bul)
(Rani Hardjanti)