Agus Pulung Sasmito
Pria kelahiran Wonosobo ini memulai jenjang pendidikan strata satu (S1) di Universitas Gajah Mada pada Jurusan Teknik Fisika pada 2001. Setelah menyelesaikan studi pada 2005, Ia melanjutkan jenjang magister hingga doktornya di National University of Singapore (NUS) hingga 2011.
Selanjutnya, Ia melanjutkan langkahnya ke jenjang professorship, pengajar serta peneliti di McGill University pada tahun 2013 pada usia 32 tahun.
Nelson Tansu
Nelson merupakan pria kelahiran Medan ini dinobatkan menjadi guru besar di University Bethlehem, Pennsylvania 18015, USA pada usia 26 tahun.
Nelson berhasil menyelesaikan S1-nya dalam waktu 2 tahun 9 bulan dan lulus dengan predikat summa cum laude dan menjadi sarjana di bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP).
Ia juga memiliki 3 penelitian yang sudah dipatenkan USA, 11 scientific award di tingkat internasional dan 80 karya di jurnal internasional. Hingga sekarang, Ia masih sering diundang sebagai pembicara di seminar berbagai negara.
Muh Harun Achmad
Muh Harun Achmad dinobatkan sebagai periset unggul Universitas Hassanudin pada 2019 dan menjadi salah satu ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dari Unhas.
Dirinya sukses menjadi salah satu dari 58 ilmuwan Indonesia yang masuk Top 2 World Ranking atau disebut ilmuwan paling berpengaruh di dunia.
(Widi Agustian)