Keluarga menjadi agen pertama dalam proses sosialisasi sebab keluarga merupakan kelompok primer yang selalu bertatap muka, sehingga dapat selalu mengikuti perkembangan anggota-anggota keluarganya.
Selain itu, orang tua mempunyai kondisi yang tinggi untuk mendidik anak-anaknya, sehingga menimbulkan hubungan emosional, dimana hubungan ini sangat diperlukan dalam proses sosialisasi.
Juga, adanya hubungan sosial yang tetap, maka dengan sendirinya orang tua mempunyai peranan yang penting terhadap proses sosialisasi anak.
Baca juga: Ilmuwan Berhasil Temukan Bagian Tubuh Terbaru Manusia, Bersembunyi di Paru-paru
Teman Bermain
Setelah mendapatkan proses sosialisasi dalam keluarga, maka proses sosialisasi yang kedua adalah teman bermain. Teman bermain terdiri dari kumpulan beberapa individu dengan karakter yang berbeda.
Hal ini tentunya membuat seorang individu mendapatkan nilai maupun norma yang akan sangat mempengaruhi dalam berinteraksi.
Baca juga: Ciri-Ciri Manusia sebagai Makhluk Ekonomi, Apa Saja?
Lingkungan Pendidikan
Apabila seorang anak memasuki sekolah, maka secara resmi ia menjadi anggota kelompok formal yang terikat dalam suatu aturan diikuti dengan sanksi yang diberikan.
Robert Dreeben menyatakan bahwa yang dipelajari anak di sekolah, di samping membaca, menulis, dan berhitung, ada aturan tentang atau mengenai kemandirian, prestasi, universalisme dan spesifitas.
Sehingga, media sosialisasi dalam lingkungan pendidikan atau sekolah menjadi penting dan memberikan pengaruh luas kepada seseorang dalam menjalankan proses sosialisasi dengan orang lain.