JAKARTA - Beragam faktor bencana alam yang berasal dari tenaga eksogen. Adapun tenaga eksogen yang berasal dari luar bumi ini memiliki bagian litosfer.
Bagian ini akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen, yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula, bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan. Kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi.
Berikut faktor bencana alam yang berasal dari tenaga eksogen :
1. Terjadi erosi
Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan) yang disebabkan eksogen. Tapi,
yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak, seperti air sungai, angin, gelombang laut, atau gletser.
Selain itu, erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu: erosi air, erosi angin (deflasi), erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin), Erosi gletser (glasial).
2. Banjir
Banjir merupakan gejala fenomena alam yang merugikan masyarakat. Banjir dapat terjadi akibat berbagai macam faktor. Faktor utama penyebab banjir adalah hujan yang terus-menerus terjadi, sehingga jumlah air menjadi bertambah.
Air yang tidak tertampung, akan meluap dan menggenangi daerah sekitar. Banjir memiliki banyak bentuk, banjir dapat berupa air lumpur, maupun lahar. Lahar adalah lava yang tercampur dengan air (Baca: Pengertian Lava dan Lahar). Banjir dibagi menjadi 5. Pembagian banjir ini berdasarkan penyebab banjir terjadi. Jenis- jenis banjir antara lain banjir sungai, banjir muara, banjir pantai, malapetaka, dan manusia.
3. Angin puting beliung
Bencana alam yang berasal dari tenaga eksogen salah satunya yakni angin puting beliung. Fenomena ini menjadi salah satu bencana alam yang banyak memberikan dampak negatif bagi manusia. Angin puting beliung itu berupa angin yang berputar secara kencang di permukaan bumi selama 3-5 menit. Angin ini biasanya seperti kolom udara yang berputar kencang. Angin puting beliung ini membentuk hubungan antara awan cumulonimbus dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah.
(Erha Aprili Ramadhoni)