Menurutnya, kopi sebagai komoditas potensial bagi para petani, dapat didorong melalui upaya peningkatan daya saing. Yakni dengan program pembinaan dan pendanaan.
Luhur mengapresiasi IPB University yang telah memberikan pendampingan kepada para petani milenial untuk dapat menjaga kualitas dan kuantitas serta akses terhadap pasar melalui kolaborasi pentahelix.
Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Cikajang, Juanda menceritakan, program pembinaan di desanya sudah berjalan selama tiga tahun. Selama pendampingan, petani mampu memproduksi kopi kualitas ekspor.
“Kesuksesan ini ditandai dengan perjanjian kerjasama pembelian kopi dengan PT Bafain Harindra Indonesia sebanyak satu kontainer Kopi Arabika dan satu kontainer Kopi Robusta. Jumlahnya setara dengan 500 kilogram kopi senilai empat miliar rupiah, selama enam bulan ke depan. Kami berharap hal ini dapat menjadikan Kopi Garut berdaulat dan dapat mendukung program Jabar Juara,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, juga ada penandatanganan Prasasti Gapura Desa Sejahtera Astra BUMdesma Cikajang dan Prasasti Tugu Kopi Cikajang.
(Arief Setyadi )