Apa Latar Belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia?

Komaruddin Bagja, Jurnalis
Jum'at 25 Februari 2022 14:47 WIB
Gerakan Pemberontakan DI/TII (foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Latar belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia tak lain adalah untuk menggantikan ideologi Pancasila. Seperi diketahui, Gerakan NII (Negara Islam Indonesia) di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryoini bertujuan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai sebuah Negara yang menerapkan dasar Agama Islam sebagai dasar Negara.

Waktu perkembangannya, DI TII menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan dan Aceh. Pemberontakan ini berjalan sampai 13 tahun lamanya. Dampak dari pemberontakan itu, ekonomi terhambat, ribuan nyawa pun melayang.

BACA JUGA:Pemberontak Ukraina Kirim Surat Minta Bantuan Militer ke Rusia, Buka Pintu Invasi 

Akibat pemberontakan ini, diperkirakan 13.000 rakyat Sunda, anggota organisasi keamanan desa (OKD) serta tentara gugur. Anggota DI/TII yang tewas pun tak diketahui pasti jumlahnya. Dari dampak yang ditimbulkan, Pemerintah Republik Indonesia menilai gerakan ini akan membahayakan stabilitas dan kedaulatan negara jika dibiarkan ada.

Berkaca dari sejumlah pemberontakan yang dilakukan DI/TII, pemerintah pun mengeluarkan perintah untuk menumpas gerakan ini agar tidak semakin merajalela. Dalang di balik NII yakni Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi mati pada 1962.

BACA JUGA:Pemberontak Pro-Rusia Umumkan Mobilisasi Militer Penuh di Ukraina Timur 

Latar Belakang Pemberontakan RMS di Indonesia

RMS (Republik Maluku Selatan) digaungkan oleh sekelompok orang mantan prajurit KNIL dan masyarakat Pro-Belanda yang di antaranya ialah Dr. Christian Robert Steven Soumokil, mantan jaksa agung Negara Indonesia Timur.

Tak berbeda jauh dengan DI/TII, RMS bertujuan untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur dan untuk membentuk Negara sendiri yang terpisah dari wilayah RIS. Andi Azis, Westerling, dan Soumokil tidak puas terhadap proses kembalinya RIS ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mereka merasa bahwa status kenegaraan rakyat maluku tidak jelas setelah KMB. Pada tanggal 20 April tahun 1950, kabinet NIT dibubarkan dan bergabung ke dalam wilayah NKRI.

Kegagalan pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Abdoel Azis (Andi Azis) menyebabkan berakhirnya Negara Indonesia Timur. Itulah latar belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia.

Semoga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tetap menjadi pedoman berbangsa serta bernegara. Sebagai anak bangsa kita berharap agar tidak ada lagi paham-paham yang megancam kedaulatan NKRI.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya