JAKARTA – Indonesia terkenal dengan makanan nusantara yang kaya rempah dan rasa. Bahkan salah satu makanan khas Indonesia, Rendang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia.
(Baca juga: Balas Budi saat Gempa, Warga Minang Kirim Berton-ton Rendang ke Korban Semeru)
Hal inilah yang mendorong Dubes RI Lisabon, Bapak Rudy Alfonso didampingi Pejabat Fungsi Ekonomi dan Pejabat Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Lisabon berkesempatan untuk mencicipi kuliner Indonesia yang dihidangkan oleh siswa Escola de Hotelaria e Turismo de Lisboa (Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Lisabon). Kuliner Indonesia yang dihidangkan adalah Sate Lilit, Rendang, dan Wingko Babat.
Kegiatan food tasting ini bertajuk EHTL (Escola de Hotelaria e Turismo de Lisboa) TAKEOVER, yang merupakan kegiatan pengenalan kuliner mancanegara kepada siswa Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Lisabon.
Semua siswa mendapatkan bimbingan dari mentor, yang merupakan alumni dari sekolah tersebut untuk mempelajari kuliner suatu negara, mulai dari racikan bumbu yang digunakan, proses pembuatan, hingga tahap penyajian.
Salah satu alumni Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Lisabon yang terlibat dalam EHTL TAKEOVER adalah Rici Amelia Quino, salah seorang WNI di Portugal. Rici yang berprofesi sebagai chef di SOI Asian Street Food Restaurant memutuskan untuk memperkenalkan menu Indonesia secara komplit dari mulai makanan pembuka yaitu Sate Liliit, Rendang sebagai makanan utama, dan Wingko Babat sebagai makanan penutup.
Para siswa sangat antusias mengikuti kelas memasak yang diberikan oleh Rici, hingga para siswa berhasil menghidangkan menu masakan Indoneisa tersebut ke hadapan Duta Besar RI Lisabon yang diundang oleh Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Lisabon sebagai tamu kehormatan.
“Saya bangga kuliner Indonesia dapat dihidangkan dengan baik oleh siswa Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Lisabon, cita rasa yang disajikan sangat original, seperti makan di rumah” ujar Dubes RI Lisabon, Kamis (16/2/2022).
Dubes Rudy juga merasa senang bahwa WNI di Portugal memiliki peran aktif yang sangat tinggi dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Portugal, dan hal tersebut patut untuk di apresiasi. KBRI Lisabon akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini.
“Para siswa terkejut saat melihat cabe merah yang digunakan dalam proses pembuatan Rendang cukup banyak, mereka berfikir tidak akan sanggup memakannya, tetapi setelah mencoba, mereka sangat suka dengan cita rasa Rendang”, sambil tertawa Rici menceritakan kepada Duta Besar RI Lisabon.