JAKARTA- Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia terus dilakukan aparat penegak hukum. Namun masih banyak ditemukan praktek rasuah di berbagai tempat.
(Baca juga: Kemendikbudristek Tetapkan 289 Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021)
Kemendikbudristek melalui Itjen Kemendikbudristek meluncurkan program Rumah Cegah Korupsi yang secara khusus menyertakan siswa, mahasiswa, guru dan tenaga kependidikan terlibat dalam sebuah festival yang diselenggarakan secara virtual.
Kepala Bagian Pengolahan Laporan Pengawasan (LPP) Itjen Kemendikbudristek Acil Sunarto mengatakan,tujuan awal dari kegiatan Festival Cegah Korupsi 2021 ini adalah sebagai wadah agar insan dunia pendidikan dapat terlibat aktif dalam gerakan pencegahan korupsi.
“Baik melalui diskusi interaktif atau karya kreatif sehingga diharapkan insan yang ada di lingkungan Kemendikbudristek dapat memahami dan menjadi motor penggerak di masyarakat dalam penerapan nilai-nilai integritas sehari-hari,” kata Acil, Rabu (8/12/2021).
Dia menambahkan, Festival Cegah Korupsi 2021 yang mengusung tema “Berani Jujur Itu Keren” merupakan rangkaian dari memperingati Hari Antikorupsi sedunia (Hakordia). Acara ini mempunyai beberapa kegiatan kompetisi yang dilaksanakan secara daring dengan jumlah peserta 1.651 yang mengirimkan karya sebanyak 1.240.
Kegiatan festival yang pada dasarnya hanya sekedar instrumen untuk sosialisasi gerakan pencegahan korupsi di lingkup Kemendikbudristek itu, ditahun-tahun mendatang bakal menjadi agenda tetap Itjen Kemendikbudristek.
Selain melalui kegiatan festival melalui on line, Tim Rumah Cegah Korupsi juga melakukan pendekatan sosialisasi tatap muka di beberapa kota.
Seperti menemui komunitas mahasiswa anti korupsi di Kupang dan Bali sebagai embrio menjadi duta cegah korupsi di lingkungan kampus serta beberapa kota dengan membentuk duta cegah korupsi di kalangan siswa, guru, perempuan dan pegawai yang secara keseluruhan terlibat sebanyak 4.652 individu.
(Fahmi Firdaus )