Meski dalam tahap rancangan namun desainnya sudah matang untuk dikembangkan. Hanif menegaskan, timnya membuka diri kepada pihak yang tertarik untuk mengembangkan aplikasi ini.
“Karena kita masih belum ada tenaga yang membuat aplikasi jadi kita terbuka kalau misalnya ada partnership dari berbagai kalangan. Sayang jika karya anak bangsa hanya berhenti di tahap gagasan karena belum bisa memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dengan inovasi ini Hanif beserta timnya berharap gagasan yang dimiliki dapat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu ia berharap inovasi ini dapat dikembangkan dan dikreasikan untuk menyelesaikan permasalahan lain.
Kompetisi yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) itu juga diikuti oleh beberapa tim universitas dari luar negeri, seperti Belanda, Mexico, dan Malaysia. Beberapa tahapan dimulai dengan mengumpulkan karya tulis ilmiah, setelah itu para peserta yang lolos mempresentasikan gagasannya.
(Susi Susanti)