"Prestasi seorang anak tidak dapat diukur dari kepandaian dia hanya dalam 1 atau 2 mata pelajaran saja. Itu tidak adil," ucap Asep di acara Inspirational Talk bertajuk "Bangun Talenta Muda Indonesia" dalam Youth Science Week, Senin (25/10/2021).
"Anak yang pintar adalah anak yang mampu mengetahui kemampuan dirinya dan merealisasikan kemampuan tersebut," lanjut Asep.
Pihak Kemedikbud Ristek sendiri mengharapkan bahwa sekolah dan orang tua bisa mengeksplor kemampuan anak sejak dini, sehingga anak-anak bisa berprestasi sesuai dengan minat mereka masing-masing.
Kedepannya, Asep berharap bahwa semangat merdeka belajar yang diusung Kemedikbud Ristek bisa menghasilkan SDM unggul untuk bangsa Indonesia.
(Fahmi Firdaus )