Sebaliknya, pada hari kedua, 50 siswa yang pada hari pertama belajar di rumah akan ke sekolah, sedangkan siswa lainnya belajar dan mengerjakan tugas dari guru di rumah.
"Pelajaran yang dianggap sulit belajarnya, dilakukan dengan tatap muka, kalau yang sifatnya hafalan, belajarnya di rumah," katanya.
Ia menyampaikan pihaknya sengaja tidak membagi siswa berdasarkan 50% belajar pagi, sedangkan sisanya belajar siang karena takut akan ada kerumunan pada saat pergantian jadwal.
Dalam pelaksanaan sekolah tatap muka tersebut pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kanderi berharap siswa mengikuti aturan tersebut agar aktivitas belajar dapat tetap berjalan dan pandemi Covid-19 dapat ditekan.
Tercatat hingga Sabtu (7/8) jumlah warga Kota Pariaman yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 1.467 orang, dengan rincian 1.227 orang telah dinyatakan sembuh, 190 orang isolasi mandiri, dirawat 16 orang, dan meninggal 34 orang. (din)
(Rani Hardjanti)