Dalam kesempatan itu, Junus menjelaskan bahwa pembelajaran ke depan, akan dilakukan secara bauran atau kombinasi antara pendidikan jarak jauh dan tatap muka. Pembelajaran tersebut diharapkan menyenangkan dan kontekstual yaitu berhubungan dengan kebutuhan murid dalam kehidupan.
Buisness Strategy and Growth Senior Manager Quipper Indonesia, Ruth Ayu Hapsari, mengatakan pembelajaran tatap muka tersebut penting bagi siswa.
“Ke depan, kita bisa menentukan kompetensi dasar mana yang harus tatap muka dan mana yang daring,” kata Ruth.
Ruth menambahkan, pihaknya membantu pembelajaran jarak jauh agar lebih optimal dengan menghadirkan Learning Management System (LMS) yang mempermudah sistem pembelajaran yang terintegrasi di sekolah. Layanan yang bernama Qupper School Premium (QSP) menawarkan sistem pembelajaran terintegrasi dan mudah digunakan. melalui konten pembelajaran yang lengkap dan berkualitas.
Ia berpendapat, para pendidik juga dapat menerapkan pembelajaran bauran dan mendapatkan pendampingan penuh dalam pembuatan konten yang memiliki daya nalar tingkat tinggi dan perencanaan pembelajaran.
QSP mendukung guru dari mulai tahap persiapan, penerapan, hingga evaluasi penilaian hasil belajar. Pada tahap persiapan, QSP menyediakan beberapa tes yang dapat diakses secara gratis diantaranya tes minat bakat, tes gaya belajar dan tes diagnostik untuk pemetaan minat serta kesiapan siswa dalam menyambut tahun ajaran mendatang. (din)
(Rani Hardjanti)