“Pada peminatan ini, peserta didik akan mempelajari 6 mata kuliah yang berkaitan dengan keperawatan peminatan gerontik berjumlah 14 SKS, yaitu konsep keperawatan gerontik lanjut, keperawatan gerontik holistik, pengkajian keperawatan gerontik, keperawatan gerontik berbasis fakta, terapi dalam keperawatan gerontik, dan keperawatan santun gerontik,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (22/6).
Sementara Prof. Dra. Junaiti Sahar menjelaskan, era globalisasi dan revolusi 4.0 dan 5.0 membuat kita harus siap bersaing dalam bidang kesehatan. Layanan gerontik di Indonesia banyak dipekerjakan sebagai care giver bukan keperawatan.
“Tantangan adaptasi kebiasaan baru, memberikan peluang kepada lansia untuk hidup lebih produktif lagi dengan bimbingan profesi Ners oleh karena itu diperlukan pengembangan tenaga kesehatan yang berkualitas sesuai dengan standar yang berlaku,” ujarnya.
Kepala Departemen Keperawatan Komunitas FIK UI Dr. Henny Permatasari dalam pemaparannya tentang perkembangan keperawatan komunitas dan gerontik mengatakan, “Praktik Residensi Spesialis Komunitas telah diakui untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan kemandirian keluarga yang memiliki masalah kesehatan kronis, meningkatkan hidup pekerja, dan mengurangi risiko angka kematian kecelakaan pekerja,” katanya.
Selain peminatan Keperawatan Gerontik, Program Studi Magister Ilmu Keperawatan UI memiliki 7 peminatan lainnya, yaitu Peminatan Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Anak, dan Keperawatan Onkologi.
Penjelasan selengkapnya tentang program magister FIK UI dapat dilihat di https://nursing.ui.ac.id/. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran prodi ini dapat diakses melalui simak.ui.ac.id.
(Sazili Mustofa)