JAKARTA – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi membuka pendaftaran UTBK-SBMPTN 2021 sejak 15 Maret hingga 1 April 2021. Bagi calon peserta yang sudah registrasi akun LTMPT dapat segera mendaftar UTBK-SBMPTN.
Nah, untuk dapat menentukan peringkat dan nilai peserta yang jumlahnya hingga ratusan ribu orang, LTMPT menggunakan sistem penilaian UTBK-SBMPTN yang disebut Item Response Theory (IRT).
IT Manager BTA Group Dwi Dora Sakti menjelaskan cara kerja sistem IRT tersebut menentukan nilai berdasarkan tingkat kesulitan soal.
Baca Juga: 3 Manfaat Ikut Tryout Online SBMPTN, Nomor 3 Bikin Yakin Pilih Jurusan
“Penilaian UTBK menggunakan sistem IRT, nilai itu tergantung pada tingkat kesulitan soal. Kalau pesertanya misalnya ada 10.000, ternyata yang bisa menjawab sebuah soal ada 9.000 anak, yang salah 1000, berarti soal itu bisa dianggap mudah karena banyak peserta yang bisa menjawab. Lalu ada soal lain yang bisa menjawab hanya 2000 orang, berarti soal ini dianggap susah. Nah semakin susah soal, itu nilainya makin tinggi,” jelas Dwi kepada Okezone, Jumat (19/3/2021)
Dengan sistem IRT, penentuan sebuah soal mudah atau susah itu berdasarkan populasi para penjawab soal. Semakin susah soal, semakin tinggi nilai yang didapat peserta yang menjawab soal tersebut. Demikian pula semakin mudah soal, maka semakin kecil nilainya.
Baca Juga: Simak Alur Pendaftaran UTBK SBMPTN 2021, Jangan Sampai Keliru!
“Nilai IRT itu tidak ditentukan diawal. Biasanyakan kalau dulu soal yang benar dikali empat dan kalau salah nilainya minus, kalau sekarang ya sudah kita tunggu dulu nih soalnya susah apa tidak, yang jawab benar banyak atau sedikit, semakin sedikit yang jawab benar berarti susah ini jadi yang bisa jawab nilainya tinggi,” tambah Dwi.
Selain itu, dalam soal UTBK-SBMPTN terdapat istilah tipe soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Menurut Dwi, soal HOTS ini akan selalu muncul di UTBK-SBMPTN.