JAKARTA- Kesenjangan kompetensi yang dimiliki mahasiswa atau lulusan vokasi dengan kompetensi terbuka yang dibutuhkan Industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA) masih menjadi persoalan yang mendasar.
Nah berbagai cara pun dilakukan untuk semakin meminimalisir kesenjangan tadi. Salah satu caranya menginisiasi program Asesmen Keselarasan Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi dengan Industri, Dunia Usaha, IDUKA.
Baca Juga: Kreasi Digitalisasi Museum Karya Pelajar SMK di Malang Buat Nyaman Berwisata Virtual
Program ini digagas Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit Mitras DUDI), Ditjen Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Program ini dibeberkan dalam webinar “Vokatalks Episode 2: Kurikulum Vokasi yang Menyejahterakan” pada Selasa (15/12/2020).
Webinar ini menghadirkan Direktur Mitras DUDI Ahmad Saufi, pakar soft skill Dwi Sulistyorini Amidjono, pakar kurikulum vokasi Sandra Aulia; Pelaksana Program Asesmen Keselarasan Kurikulum dengan IDUKA Nunung Martina, dan Guru Besar Bidang Sustainability dan Supply Chain Management Coventry University, Inggris Prof Benny Tjahjono.
Baca Juga: Menghidupkan Budaya Literasi Bisa Ciptakan Anak Bangsa yang Cerdas
Membuka diskusi, Saufi menjelaskan, kurikulum merupakan perwujudan dan strategi program studi dalam mencapai tujuan pendidikannya. Kurikulum merupakan faktor penting yang menentukan keselarasan lulusan vokasi dengan kebutuhan kompetensi IDUKA.