Program lain yang akan diinisiasi kedua belah pihak adalah Sister School, dimana akan ada pertukaran siswa dan guru baik dari Indonesia ke Prancis maupun sebaliknya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan skill, kompetensi, pengalaman dan cross culture understanding.
Sementara itu, Direktur Direktorat Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara, Dwi A. Yuliantoro menyambut baik kerjasama ini.
“Kita sangat senang karena penandatanganan ini merupakan lanjutan dari perbincangan yang dilakukan melalui zoom sebelumnya, pada akhirnya terlaksana penandatanganan nota kesepahaman yang sekaligus menjadi gerbang kerjasama ini,” tutur Dwi A. Yuliantoro.
Pihak SMA Pradita Dirgantara juga berharap segera disusun Memorandum of Agreement (MoA) agar program ini segera terlaksana.
“Setelah adanya MoU diharapkan segera disusun MoA, saya harap program ini dapat segera terlaksana, terutama pendirian Warung Prancis agar kita lebih dekat dengan pendidikan dan budaya Prancis, serta pembelajaran pendidikan dan budaya yang intensif," sambung Manajer Penjaminan Mutu, Dr. Sutanto.
Dalam kesempatan itu, hadir juga Dr. Philippe Grange (Atase kerja sama bahasa Prancis), Madame Philomène Robin (Atase kerjasama pendidikan dan pendidikan tinggi), dan Kolonel (Eng) David Cordier (Wakil Atase Pertahanan).
Penandatanganan nota kesepahaman ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Yasarini sekaligus ketua PIA Ardhya Garini, Inong Fadjar Prasetyo; Direktur Direktorat Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara, Dwi Agus Yuliantoro; Kepala sekolah SMA Pradita Dirgantara Dr. Yulianto Hadi; dan para pejabat Pradita Dirgantara dan juga jajaran pengurus Yasarini.
(Awaludin)