"Selain itu, Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati Unair mengembangkan tiga program. Di antaranya pengembangan kit deteksi covid-19 portabel berbasis biosensor RNA," paparnya.
Nasih menambahkan, alat pendeteksi ini dalam proses pengembangan. Harapannya dalam waktu dua bulan alat tersebut bisa dioperasikan.
Alat ini, kata dia, akan memeriksa dengan relatif lebih cepat dan tepat melalui swab.
(Hantoro)