Istri pasien keempat menuduh Denis melakukan pembunuhan. Dia dibawa ke pengadilan dan bebas dari kesalahan, tetapi pengadilan juga memutuskan untuk melarang transfusi darah. Parlemen Prancis, Gereja Katolik, dan Royal Society segera mengeluarkan larangan mereka sendiri tentang transfusi darah, dan prosedur tersebut tidak lagi digunakan dalam pengobatan umum sampai pertengahan abad ke-19.
Hingga saat itu, tidak ada cara untuk melakukan transfusi darah dengan aman sebelum penemuan golongan darah Karl Landstein pada 1900-01. Mencampur darah dari dua golongan darah yang tidak kompatibel menyebabkan respons imun yang bisa berakibat fatal. Mungkin saja hal itu disebabkan oleh kematian salah satu atau kedua pasien Denis, walaupun kita juga tidak bisa memastikannya.
(Rani Hardjanti)