"Akan hebat lagi kalau di sampingnya ada orang-orang yang perlu di ajak lari. Kalau saya pelari, saya merasa 10 menit sudah hebat. Tapi kalau begitu sebelah saya ini pelarinya 9 koma sekian, saya akan latihan lagi," jelas dia.
Sehingga menurutnya, adanya rektor asing dipastikan sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak daya saing Indonesia. Di mana saat ini dalam indeks daya saing global (World Competitiveness Index), Indonesia berada di peringkat 45 dari 140 negara.
"Jadi upaya untuk menghadirkan rektor asing itu dalam rangka membangun kompetisi global. Enggak ada tujuan yang lain. Tujuan utama membangun kompetisi global," kata Kepala Staf Presiden Moeldoko.
(Rani Hardjanti)