Menurut Ketua Tim Riset Kelompok produk 'eSemar eLektro' UGM, Eko Firmansyah, tahun 2018 hingga saat ini, diputuskan bawah UGM akan melakukan pengembangan produk kendaraan listriknya pada arah light commercial electric vehicle (LEEV).
"Pengembangan produk ini didukung oleh industri chip otomotif dari Jerman, Infineon, dan industri perkakas lokal, PT YPTI dan PT Skyenergy," ujar Eka, yang juga mengembangkan komponen kelistrikan kendaraan listrik UGM, kepada Okezone, Kamis (1/8/2019).
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan konsisten dari tahun-tahun sebelumnya bahwa yang dikembangkan adalah komponen kendaraan.
Perbedaannya terletak pada kelas produknya yang tidak lagi mengarah pada kendaraan penumpang.
UGM, lanjutnya, memilih mengembangkan kendaraan untuk kawasan terbatas seperti pariwisata dan industri. Spesialisasi ini dilakukan agar tidak berebut pasar dengan pemain global dan mencoba meraih spesialisasi produk tertentu.
"Diharapkan dalam tiga tahun, kebutuhan komponen untuk kendaraan kawasan terbatas dapat disediakan secara lokal. Seperti yang telah dikembangkan di UGM," ujarnya.
(Rani Hardjanti)