Namun, dengan fenomena alih fungsi lahan yang saat ini terus berlangsung, durian Rancamaya akan kehilangan habitat terbaik untuk tumbuh sehingga diperlukan suatu upaya pelestarian durian Rancamaya agar manfaat yang diperoleh baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan dari durian tidak hilang.
Resi menambahkan, sebagian besar warga bergantung pada jualan durian Rancamaya, namun kesadaran untuk menanam durian masih sangat minim. Banyak warga yang memilih menjadi penjual dibandingkan menjadi petani dikarenakan berbagai kendala dan kepentingan.
Jika durian tidak punah dan dilestarikan tentu akan berdampak besar bagi warga Rancamaya karena rata-rata pendapatan warga sekitar masih rendah.
Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar masyarakat bersedia untuk membayar dan berpartisipasi untuk kelestarian durian Rancamaya agar tidak punah. Besaran biaya kontribusi ini sekiranya Rp75.800 per penduduk per tahunnya.
Masyarakat juga memiliki keinginan untuk menanam Durian Rancamaya namun tidak memiliki lahan pribadi. Tingkat antusiasme masyarakat dalam menjual durian saat musim pun masih tinggi.
“Harapan kami, pemerintah daerah dan pusat dapat mendukung kelestarian durian Rancamaya melalui pengembangan Kelurahan Rancamaya sebagai daerah agrowisata sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat Rancamaya. Selain itu, sertifikasi durian perlu dilakukan agar durian Rancamaya dapat diperbanyak agar tetap lestari,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)