Ekosistem Milenial Sambut Society 5.0

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 29 April 2019 12:43 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

Bermakna berarti berusaha untuk menjaga kebermanfaatan dan memberi arti bagi ke - hidupan sesama umat manusia. Berperan menjadi re la wan dengan cara mengajar di sekolah informal.

Menjadi referal objek wisatawan Indonesia yang indah dengan menggunakan media sosial hingga menginisiasi penggalangan dana sosial bagi orang yang membutuhkan. Pemuda melek teknologi dengan perangkat teknologi yang kian canggih harusnya semakin memudahkan mereka dalam membuat per ubahan, gerakan, dan transformasi bersama secara berjejaring.

Masyarakat 5.0 mencerminkan zaman di mana segala sesuatu lebih efektif apabila di kerjakan dengan berjamaah alias gotong-royong. Ketika kolaborasi tidak sekadar wacana, namun sudah di masukkan sebagai sebuah agenda prioritas setiap program kerja.

Dengan semangat gotong-royong dan dasar isu kemanusiaan, maka pemuda dapat menggerakkan jaringan publik untuk sebuah perubahan demi peradaban yang jauh lebih baik dan bermakna

Peran Pemerintah

Kita perlu lebih banyak lagi berbenah, terutama dalam pengembangan kapasitas manusianya, infrastruktur, hingga mekanisme moda transportasi terpadu yang lebih matang.

Apalagi, Indonesia masih bu - tuh waktu untuk mengejar ketertinggalan dalam hal membangun sistem big data yang mumpuni. Indonesia tidak bisa di bandingkan secara apple to apple dengan negara lain, Jepang misalnya, yang memiliki penduduk yang lebih homogen, linier dengan populasi yang tidak begitu besar.

Indonesia punya bonus demografi, budaya yang lebih heterogen dengan tingkat pemerataan yang belum seimbang, disusul dengan disparitas yang tinggi.

Peran pemerintah semakin sentral sebagai fasilitator dan akselerator berbagai gagasan inovatif yang diusung oleh inovator serta hadirnya banyak aktivis milenial yang semakin peduli akan permasalahan bangsa lintas lini.

Pemerintah Indonesia pun harus mulai merumuskan sebuah standarisasi dalam menyambut kehadiran Masyarakat 5.0. Dialog menjadi sarana efektif dalam menyambung kerja sama lintas pihak dengan tujuan menghasilkan kebijakan strategis agar lebih siap menghadapi era ini.

Pemanfaatan big data menjadi modal utama untuk bahan bakar kolaborasi demi terciptanya inovasi baru. Sudah sepatutnya pelaku kepentingan lintas sektor seperti dunia akademik, pengusaha, media, komunitas, perusahaan swasta, pemerintah pusat, dan daerah dapat lebih bekerja sama untuk menghadirkan sistem baru yang lebih nyaman, efektif, dan aman terkait pengelolaan data.

Hingga akhirnya kualitas produk dan pelayanan publik semakin baik dan prima. Ini modal utama untuk mendukung Indonesia dapat bersaing menjadi negara maju. Akhirnya, kita memang harus menaruh perhatian pada pentingnya pengelolaan sumber daya manusia mu da Indonesia saat ini.

Seberapa tepat metode dan percepatan sistem untuk mencetak banyak anak muda Indonesia yang mampu bersaing dan berkarya maksimal di Era Industri 4.0 saat ini hingga akhirnya benar-benar siap hidup dalam konsep Masyarakat 5.0.

Direktur Kemahasiswaan- LSPR Jakarta, Founder Rumah Millennials Taufan Teguh Akbari

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya