Ekosistem Milenial Sambut Society 5.0

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 29 April 2019 12:43 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

Potensi Milenial Menyambut Era 5.0

Indonesia sendiri memiliki ekosistem yang mendukung buat milenial untuk berdaya, berkarya, dan bermakna. Sebelum masuk Masyarakat 5.0, lebih baik generasi muda Indonesia dapat ikut berjuang mengubah mental dan berusaha untuk menanamkan mind set sebagai masyarakat digital.

Kalaupun nanti Indonesia ingin mengadopsi konsep Society 5.0, pertama, Indonesia harus menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dari Revolusi Industri 4.0 dan kedua, milenial bisa berdaya, berkarya, dan bermakna dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan berbagai konten positif yang berisi informasi ataupun ilmu pengetahuan.

Indonesia sepertinya harus tetap optimistis menyambut ekosistem Masyarakat 5.0. Per lu sikap optimistis dalam mewujudkan ekosistem Masyarakat 5.0 di Indonesia.Ini sejalan dengan survei WEF Global Shapers (2017) yang mengatakan 78,6% milenial yakin bahwa terobosan digital akan lebih banyak berperan sebagai job creator dari pada menghi langkan pekerjaan.

Pemuda Indonesia per lu menguatkan sikap bahwa memang perkembangan teknologi harus diyakini sebagai peluang emas dibandingkan dengan ancaman.

Milenial dan generasi z sebagai pelaku utama dalam Masyarakat 5.0 nanti akan berjibaku dalam mengangkat derajat perekonomian bangsa dan berlomba menyelesaikan problematika sosial dengan pemanfaatan teknologi yang super canggih.

Milenial saat ini perlu berjuang untuk lebih mengenali potensi diri di tengah berbagai macam pilihan karier yang ada. Pendekatan human centered dalam Masyarakat 5.0 membutuhkan pemimpin dengan karakter yang kuat. Kemampuan berbahasa asing selain bahasa Inggris.

Melek teknologi (literasi digital) dari h u lu sampai hilir hingga kemampuan menuangkan gagasan inovasi melalui kemampuan menulis. Fokus merupakan kunci milenial menghadapi ekosistem Masyarakat 5.0. Dalam konteks Indonesia, akan semakin banyak kehadiran sosok milenial yang berprofesi sebagai wira usaha sosial sociopreneur juga technopreneur.

Dalam menyambut kehadiran ekosistem Masyarakat 5.0, perlu kehadiran banyak sosok pemimpin muda Indonesia dengan kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan sangat baik terhubung dalam satu ekosistem yang positif.

Sebuah ekosistem berisikan anak muda Indonesia yang tengah berdaya untuk menghasilkan karya untuk hasilnya bermanfaat bagi sesama. Berdaya berarti upaya pemuda dalam mengembangkan minat, bakat, dan mengenali potensi diri sebaik-baiknya.

Ide dapat bermunculan dan mulai dari mana saja, apakah itu berupa aplikasi, barang, tulisan, lagu, hingga tulisan. Indonesia pencetak startup ke lima terbesar di dunia, ada sebanyak 2074 startup tercatat per Maret 2019 (Startup Ranking 2019).

Berkarya berarti mengukir prestasi dengan produktivitas karya, menjaga kearifan lokal, memiliki pola pikir konstruktif, sikap kontributif, dan jiwa kolaboratif dalam mengambil peran untuk lingkungan sekitar.

Berkarya dalam konteks milenial saat ini adalah dengan cara menunjukkan kepedulian ke pa - da sesama melalui kehadiran inovasi, serta lebih kreatif dan bijak memanfaatkan internet, produksi konten bermutu, menggunakan produk lokal dalam negeri, melestari kan nilai budaya dengan aktivitas program berkelanjutan, memanfaatkan potensi daerah dan kearifan demi pro - duk lokal yang bernilai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya