Sementara CEO PT InfraDigital Nusantara, Ian McKenna menjelaskan bawa pihaknya bercita-cita membangun sebuah sistem keuangan berbasis digital khusus untuk pendidikan. Sistem keuangan yang cocok untuk semua lembaga, mulai dari yang kecil dan menengah sampai universitas yang besar. Sistem keuangan yang cocok untuk semua orang tua, baik yang punya rekening bank maupun tidak. Sistem yang benar-benar bisa bantu merapikan pencatatan dan melancarkan pendapatan sekolah.
Baca Juga: Punya Ide Atasi Masalah Pendidikan hingga Kemiskinan? Ikuti Kompetisi Ini
"Aplikasi InfraDigital merupakan Fintech B2B yang digunakan oleh Tata Usaha dan Badan Administratif lembaga pendidikan untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan siswa, seperti SPP dan tagihan regular lainnya. Ini dilaksanakan menggunakan tagihan digital dan pembayaran online melalui jaringan pembayaran pendidikan diciptakan oleh InfraDigital yaitu jaringan IDN," imbunya.
Di tempat yang sama, Profesor Finance IPMI International Bussines School HM Roy Sembel menyatakan bahwa digitalisasi keuangan perlu segera diterapkan karena jika tidak, Indonesia akan mengalami kerugian besar.
"Revolusi industri 4.0 telah merambah ke seluruh lini, termasuk pendidikan. Inklusi keuangan sudah mesti diaplikasikan mulai dari rumah tangga. Sekolah sebagai salah satu pilar inklusi keuangan mestinya sudah melakukan digitalisasi keuangan," pungkasnya.
(Rani Hardjanti)