Intip Manfaat Matematika Epidemiologi dalam Penanganan Wabah Penyakit

Okky Wanda lestari, Jurnalis
Minggu 17 Maret 2019 15:00 WIB
Foto: Ist
Share :

Dia menyampaikan berdasarkan hasil kalkulasi yang dilakukan saat menganalisis tentang tingkat pertumbuhan dari populasi nyamuk Aedes Aegypti, diperoleh hasil bahwa ada selang dua bulan antara puncak musim hujan dan tingkat puncak pertumbuhan nyamuk. “Ini tentu akan sangat membantu untuk pelaksanaan fogging yang efektif dan efisien serta tepat sasaran,” tambahnya.

 Baca Juga: Dinkes Belum Bisa Pastikan Adanya Wabah Muntaber di Mimika

Tidak hanya itu, ITB juga pernah membantu pemerintah DKI Jakarta dalam mencari sumber penyakit diare yang mewabah di Jakarta. Saat mengerjakan ini, tentu saja metode SIR tidak akan cukup, perlu dibantu metode lain yaitu teori graf dalam menganalisa cabang-cabang (node).

“Untuk melakukan analisa ini, kita juga perlu melakukan beberapa analisa, termasuk kombinasi dari analisa temporal (berdasarkan waktu) dan analisa spasial (berdasarkan lokasi),” jelas Nuning. Hasilnya, Jakarta sekarang telah dilengkapi dengan sistem deteksi dini untuk wabah penyakit tertentu.

Kedepannya, yang akan semakin menjadi tantangan adalah memanfaatkan keilmuan matematika epidemiologi dengan keterlibatan aspek-aspek yang lebih kompleks yang bisa dilihat langsung, misalnya, mobilitas masyarakat dari Jakarta ke Bandung dan sebaliknya. Hal ini tentu akan lebih sulit dalam melacak sumber wabahnya. Dia juga menyebutkan beberapa aspek kompleks lainnya, seperti coinfeksi-superinfeksi dan model internal.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya