Kemudian Menteri Nasir berharap komunitas ilmiah ASEAN akan terus mampu menghasilkan produk inovasi milik sendiri, yang dikembangkan dari hasil riset bersama diantara negara-negara ASEAN.
“Produk-produk inovasi tersebut dimanfaatkan dan dipromosikan tidak hanya dari perspektif ASEAN saja, tetapi juga untuk seluruh dunia,”pungkasnya
Indonesia sendiri dipercayai oleh forum menjadi country leader untuk Asean Science and Technology Network, yang merupakan salah satu program andalan yang disepakati pada COST 74. Penunjukan ini diberikan secara konsensus karena Indonesia dianggap berhasil melaksanakan komitmen dan kontribusinya dalam pembuatan web based untuk 2nd call for proposal ASTIF (ASEAN STI Fund) dan AJSTD ( asean journal for science, technology and development).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Nasir juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah pertemuan Komite ASEAN Committee on Science and Technology (ASEAN COST) ke-76 mendatang, serta pertemuan terkaitnya pada semester pertama di tahun 2019.
Beberapa hasil penting yang berhasil diperoleh dari kegiatan IAMMST-10 antara lain menyikapi pergeseran paradigma sains dan teknologi yang berkelanjutan dan inklusif, para Menteri Sains dan Teknologi memberi catatan positif terhadap pendirian the ASEAN Foresight Alliance, the ASEAN Young Scientists Network, the ASEAN Network on Metallurgy and Metallic Materials, the ASEAN Network on Sustainable and Environmental Materials, lahirnya the ASEAN High Performance Computing (HPC) Infrastructure initiative dan the ASEAN Diagnostics Development (DxD) Initiative.
Para Menteri juga menyambut baik pendirian ASEAN Center on Microbial Utilisation and the initiative, STI Framework for Action: Converging towards the Development of an ASEAN Platform on Science, Technology, and Innovation for Disaster and Climate Resilience.
Baca Juga: Menristekdikti Beberkan Manfaat Pembentukan Badan Riset Nasional
Dalam acara ini juga dihadiri peserta IAMMST-10 yaitu Wakil Menteri Energi, Sumber Daya Manusia, dan Industri Brunei Darussalam Dato Seri Paduka Matsatejo Sokiaw, Menteri Senior dan Menteri Industri dan Industry and Kerajinan Kerajaaan Kamboja CHAM Prasidh, Wakil Menteri Sains dan Teknologi Laos Houmphanh INTHARATH, Wakil Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Isnaraissah Munirah Majilis Wakil Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia, Wakil Menteri Pendidikan Myanmar Win Maw Tun, Menteri Sains dan Teknologi Filipina Fortunato T. de la Peňa, Senior Parliamentary Secretary Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura Tan Wu Meng, Menteri Sains dan Teknologi Thailand Suvit Maesincee, Deputi Menteri Sains dan Teknologi Viet Nam Bui The Duy, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk ASEAN Economic Community Aladdin D. Rillo.
Delegasi Indonesia yang turut hadir dalam acara Informal ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology (IAMMST-10) dan the 75th ASEAN Committee of Science and Technology (ASEAN COST 75) antara lain Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Sadjuga, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Kepala Pusat Penelitian ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sri Setiawati dan perwakilan Kementerian Luar Negeri.
(Rani Hardjanti)