"Saya sudah bicara dengan Menpan-RB terkait wacana menarik kembali ilmuwan diaspora yang berpotensi, dan memiliki kemampuan kelas dunia. Untuk itu, perlu ada kebijakan yang berpihak kepada para ilmuwan diaspora. Misalnya, jika mereka sudah profesor di sana, jangan sampai kembali harus mulai dari awal, itu semua perlu dihitung," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyatakan bahwa negara, berkewajiban untuk menyisihkan 20% dari APBN untuk pendidikan. Meski begitu dia mengakui bahwa penggunaan anggaran masih belum dimanfaatkan secara efisien.
"Saya berharap para insan cendekia yang hadir dalam pertemuan ini menjadi pemikir, mencari solusi bagi Indonesia. Saat ini kita dihadapkan pada dunia yang terus bergerak secara cepat," pungkasnya.
(feb)
(Rani Hardjanti)