JAKARTA - Mahasiswa Indonesia terus berinovasi menciptakan produk kosmetik yang tak banyak menggunakan bahan kimia. Belakangan ini mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia memanfaatkan rumput laut sebagai krim tabir surya.
Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan yang tersebar di hampir seluruh perairan di Indonesia. Kandungan dalam rumput laut beragam seperti senyawa bioaktif yang memberikan perlindungan terhadap efek berbahaya dari sinar ultraviolet (UV).
Penelitian tersebut dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas. Di antaranya Fevita Maharany, Nurjanah, Ruddy Suwandi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Effonora Anwar dari Universitas Indonesia (UI) dan Taufik Hidayat asal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Tujuan penelitian ini sendiri merupakan untuk mendapatkan komposisi kimia, senyawa fitokimia, vitamin E, dan ekstrak padina australis dan Eucheuma cottonii. Demikian dilansir dari laman IPB, Senin (31/7/2017).
Selain digunakan untuk pembuatan tabir surya, rupanya, rumput laut juga kerap dijadikan sebagai bahan pasta gigi, kosmetik, dan cat.
Rumput laut juga diklasifikasikan sebagai alga merah (Rhodophyta), alga hijau biru (Cyanophyceae); ganggang coklat (Phaeophyceae); dan ganggang hijau (Chlorophyceae). Namun, pada penelitian kali ini yang digunakan adalah rumput laut cokelat dan merah.
Rumput laut cokelat mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai penangkal radiasi UV. Bahkan, menurut penelitian sebelumnya, rumput laut jenis ini bisa menangkal radikal bebas yang disebabkan oleh sinar radiasi UV.
Rumput laut cokelat juga dikenal mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa fenolik yang mempunyai kandungan kromofor terbesar. Kromofor tersebut menyebabkan kemampuan menyerap sinar UV. Untuk jenis rumput laut cokelat yang potensial digunakan yakni Padina australis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa rumput laut E. cottonii mengandung protein, lipid, karbohidrat, tocopherol, mineral, vitamin C, dan vitamin E yang dapat mensintesis senyawa mycosporine (MAA). Senyawa tersebut sangat berperan dalam penyerapan sinar UV.
Pada penelitian sebelumnya disebutkan bahwa rumput laut mengandung senyawa unik yang bisa menghasilkan produk kosmetik berupa sabun, losion, bahkan krim.
Oleh sebab itu, berdasarkan penelitian ini menghasilkan bahwa kandungan yang ada pada rumput laut seperti vitamin E, Padina australis, dan E. cottonii memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan tabir surya.
(Susi Fatimah)