SAMPIT - Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Hero Harapano Manddaw meminta pihak sekolah dan orangtua untuk memberikan pembinaan mental secara khusus terhadap siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN).
"Kepedulian pihak sekolah dan orangtua sangat penting dan dibutuhkan dalam pembinaan mental agar mereka yang tidak lulus UN memiliki kepercayaan diri untuk kembali ke sekolah," katanya di Sampit, Kamis (4/5/2017).
Hero mengungkapkan, pembinaan mental bertujuan agar siswa yang tidak lulus itu tidak putus asa karena masih ada kesempatan mengikuti ujian tahun berikutnya. Siswa diharapkan lebih percaya diri dan tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar.
"Dengan percara diri hendaknya siswa tidak tifak putus asa dan mau kembali ke sekolah. Sebab, tidak lulus ujian tahun ini tidak membuat kehilangan masa depan. Mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian tahun mendatang," katanya.
Menurutnya lagi, siswa yang tidak lulus tidak bisa dikatakan bodoh karena bisa saja ketidaklulusan disebabkan kekurangan nilai dalam satu atau dua mata pelajaran. Bisa juga ada faktor eksternal di luar kemampuan mereka yang berakibat pada menurunnya kualitas belajar.
Hero meminta kepada semua pihak untuk tidak mencari kambing hitam atas adanya peserta UN yang tidak lulus ujian nasional tahun ini.
"Tidak perlu meributkan persoalan persentase kelulusan karena hanya akan menjadi hal yang kontraproduktif. Sekarang yang harus dilakukan adalah memberi dukungan pada siswa yang tidak lulus agar mereka tidak berputus asa," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Suparmadi mengatakan, persentase kelulusan UN tingkat SMA/MA/SMK, tahun ini mencapai 99,71 persen. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar 99,58 persen.
Jumlah keseluruhan sedikitnya ada 13 peserta ujian yang tidak lulus UN. Dan jumlah itu berkurang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 16 siswa.
Suparmadi mengatakan, peserta UN tingkat SMA sederajat totalnya mencapai 4.474 siswa. Jumlah tersebut terbagi menjadi 2.154 untuk siswa SMA, 411 siswa MA, dan 1.909 siswa SMK. Dari keseluruhan peserta, yang tidak hadir ada 26 siswa, sementara siswa yang tidak lulus, yakni 5 orang SMA, 3 orang MA, dan 5 orang SMK.
“Untuk siswa yang tidak lulus ini, alasannya bukan hanya karena nilai UN, tetapi keputusan sekolah saat rapat penentuan kelulusan,” jelasnya.
(Qur'anul Hidayat)