JAKARTA - Anies Baswedan mempunyai keluarga yang berlatar belakang di dunia pendidikan yang mempengaruhi kariernya dalam dunia akademisi.
Sejak kecil prestasi Anies tumbuh. Dia berproses di sekolah dengan tetap mendapatkan sebuah prestasi yang membanggakan kedua orangtuanya.
Sejak muda, Anies sudah aktif dalam berorganisasi. Seperti pada tahun 1983, menjadi ketua tutup tahun SMP, lalu dirinya juga pernah menjadi ketua OSIS SMA se-Indonesia. Anies juga pernah menjalani program pertukaran pelajar selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.
Demikian halnya sewaktu Anies semasa kuliah, dirinya juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan. Bekal itulah yang akhirnya digunakan Anies untuk menata Universitas Paramadina.
Pada 15 Mei 2007, Anies mempunyai momen berharga dalam kariernya. Dirinya resmi dilantik sebagai rektor Univeritas Paramadina. Dilantiknya Anies menjadi rektor membuatnya tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia, kala usianya mencapai 38 tahun.
Sebagai orang yang tertarik akan dunia pendidikan, Anies terkesan dengan pidato Joseph Nye, Dekan Kennedy School of Government di Harvard University, yang mengatakan salah satu keberhasilan universitasnya adalah “admit only the best” alias hanya menerima yang terbaik.
Dari sinilah Anies kemudian menggagas rekrutmen anak-anak terbaik Indonesia. Strategi yang kemudian dikembangkan Anies Baswedan dengan mencanangkan Paramadina Fellowship atau beasiswa Paramadina. Beasiswa itu meliputi biaya kuliah, buku, dan biaya hidup.
Paramadina Fellowship adalah perwujudan idealisme dengan bahasa bisnis. Hal ini dilakukan karena kesadaran bahwa dunia pendidikan dan bisnis memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk mewujudkan itu Anies mengadopsi konsep penamaan mahasiswa yang sudah lulus seperti yang biasa digunakan di banyak Universitas di Amerika Utara dan Eropa. Caranya, titel seorang lulusan universitas tersebut mencantumkan nama sponsornya.
Strategi Paramadina Fellowship yang digagas oleh Anies pun berdampak positif. 25% dari sekira 2.000 mahasiswa Universitas Paramadina berasal dari beasiswa ini. Tentu program ini memberikan terobosan baru bagi dunia pendidikan di tengah mahalnya biaya perkuliahan di Indonesia.
Selanjutnya Anies membuat gebrakan kembali, di universitas yang dipimpinnya ia membuat pengajaran anti korupsi sejak di bangku kuliah. Anies menganggap bahwa selama ini permasalahan yang ada di Indonesia ini adalah praktik korupsi.
Karena itu Anies berinisiatif membuat mata kuliah wajib anti-korupsi. Yang diajarkan dalam mata kuliah ini bukan hanya sekedar kerangka teoristis, bahkan sampai membuat laporan investigatif tentang praktik korupsi.
(Susi Fatimah)