MOJOKERTO - Menjawab tantangan bonus demografi, penyiapan tenaga produktif dan berdaya saing melalui pendidikan dan pelatihan kejuruan/vokasi terus dilakukan. Salah satunya melalui sinergi antar sektor dengan penguatan pendidikan kejuruan.
Sebagai salah satu bentuk sinergi antar sektor, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri, di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (28/2/2017).
Program ini merupakan kerja sama Kementerian Perindustrin (Kemenperin), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Pemerintah Propinsi Jawa Timur serta lebih dari 49 perusahaan.
Jusuf Kalla menyampaikan, jika berbicara mengenai negara maju pasti bicara industri. Dilanjutkannya, ada tiga hal yang mendorong berkembangnya industri, yaitu teknologi, modal dan sumber daya manusia yang terampil.
"Apa yang dilakukan hari ini adalah kerja sama jalan tengah antara kebutuhan industri dengan kebutuhan anak muda (siswa). Inilah link and match," ujar Jusuf Kalla dalam siaran pers yang diterima Okezone.