JAKARTA - Kasus korupsi menjadi hiasan dalam berita di media massa tiap harinya. Hal ini membuktikan korupsi sudah menggerogoti segala lini kehidupan. Ini bisa terjadi berawal dari membiarkan hal-hal kecil yang bersifat korup.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun semakin insentif melakukan kampanye pencegahan korupsi. Sehingga, kerja KPK bukan hanya menangkap para koruptor, namun juga mencegah agar korupsi tak semakin menjalar terutama bagi anak muda.
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan kita harus membangun integritas yang dimulai dari dini dan dari hal-hal kecil.
“Ketahuilah karya besar pemberantasan korupsi itu dimulai dari hal yang kecil,” ujar Saut saat menjadi pembicara di Auditorium Universitas Trilogi, Jakarta seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (3/2/2017).
Lebih lanjut, pimpinan KPK yang dilantik akhir tahun 2015 itu berharap bahwa kampus menjadi penggerak untuk membangun integritas itu.
“Kami berharap banyak dari kampus sebagai penggeraknya. Dimana lulusan hari inilah yang nanti akan menjadi pemimpin,” harapnya di hadapan para rektor dari beberapa kampus di Indonesia, dosen dan juga para mahasiswa.
Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi Prof. Dr. Asep Saefuddin menuturkan, dalam pemberantasan korupsi sebaiknya pemerintah melalui KPK harus mempunyai program prioritas agar agenda berjalan dengan optimal.
“Dengan demikian, agenda pemberantasan dan pencegahan itu bisa berjalan dengan hasil yang optimal dan negara ini bisa semakin maju dan aman tentunya,” tuturnya.
Ia juga menuturkan, sejatinya integritas harus dimulai sejak dini. Khusus perguruan tinggi, implementasinya dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran dan aktivitas mereka sehari-hari,
“Misalkan dalam pembelajaran, apakah mereka melakukan mencotek saat ujian atau plagiasi. Begitu juga bagi mahasiswa yang mengelola kegiatan, mereka diajarkan membuat pertanggunjawaban acara harus akuntabel dan transparan. Dari hal seperti ini kita berharap integritasnya terbangun dan menjai karakter diri,” jelas Wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini.
(Susi Fatimah)