Meski kini akun Instagram @vanillahijab sudah memiliki lebih dari 615 ribu followers, perempuan kelahiran 22 Mei 1992 itu mengaku, menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam bersaing dengan pengusaha online lainnya. Hal ini diakali dengan menggunakan strategi persaingan harga, termasuk mempertahankan kualitas dan kepercayaan konsumen.
"Cara strategi harga dilakukan lantaran target market Vanilla tergolong pasar price sensitive. Alhasil, saat ini dalam satu bulan kami rata-rata mendapat orderan hijab 12 ribu pcs dan baju 6.000 pcs," ujarnya.
Intan mengungkapkan, produk buatan Vanilla Hijab merupakan produk bikinan sendiri yang dibuat oleh sumber daya manusia (SDM) asli Indonesia. Ciri khas produknya, yakni berwarna pastel. Menurut Intan, inspirasinya selama ini adalah desainer-desainer hijab terkenal.
"Inspirasi desain Vanilla Hijab adalah dari desainer-desainer hijab di mana kami melakukan modifikasi dan juga kombinasi yang sesuai dengan tren masa kini dengan tetap mempertahankan ajaran Islam," tutur alumnus PPM School Of Management itu.
(Susi Fatimah)