MANGUNREJA - Seiring adanya buku-buku dengan konten tidak sesuai kondisi anak di sekolah membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya berhati-hati dalam menerima buku.
Pihak disdikbud meminta agar semua buku yang masuk ke Kabupaten Tasikmalaya diperiksa dengan diteliti. Jangan sampai ada buku yang isinya tidak seusai dengan usia anak di sekolah atau tidak sesuai dengan kondisi Kabupaten Tasikmalaya yang religius.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya H Kundang Sodikin mengatakan, pihaknya sudah mengintruksikan para pengawas untuk memeriksa semua buku yang masuk ke sekolah. Ini penting agar buku yang isinya tidak pantas dan tidak sesuai dengan usia bisa ditahan dan tidak menjadi bahan bacaan anak-anak di sekolah.
“Sekarang banyak ditemukan buku yang isinya kurang pas untuk anak-anak beredar di sekolah dan hal itu jangan sampai terjadi di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Kundang, seperti mengutip Kabar Priangan, Kamis (2/2/2017).
Sebelum buku sampai ke sekolah atau kepada anak-anak sebaiknya buku diperiksa dan diteliti dengan seksama isinya. Jika ditemukan isi yang kurang pantas sebaiknya disimpan atau diamankan untuk tidak diedarkan ke sekolah.
Kata dia, saat ini kerap terjadi kesalahan dalam proses cetak buku dan ini harus diantisipasi oleh para pengawas dan juga guru untuk memantau buku yang diterima sekolah.
“Kalau sudah beredar di sekolah ceeitanya akan lain, lebih baik kita waspada sejak awal dengan meneliti isi buku yang masuk ke sekolah,” katanya.
Sejauh ini kata dia di Kabupaten Tasikmalaya belum ditemukan adanya buku yang isinya kurang pantas untuk anak-anak, sehingga butuh kehati-hatian dari semua pihak terutama pengawas, kepala sekolah dan guru untuk terus meneliti dan mengamati semua isi buku yang masuk ke sekolah.
(Ranto Rajagukguk)