JAKARTA – Supercar Lowo Ireng dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan meluncurkan mobil atap tertutup yang cocok dengan iklim tropis Indonesia. Tak hanya itu, tim peneliti juga ingin mengeluarkan varian baru yang berjenis mobil listrik dengan menggunakan komponen yang telah diriset dan diproduksi sendiri.
Dengan mengusung teknologi kendaraan listrik, supercar Lowo Ireng akan lebih unggul dibandingkan dengan mobil konvensional karena lebih efisien dan ramah lingkungan. Kelebihan lainnya yakni komponen yang sebagian besar menggunakan produk lokal.
"Komponennya merupakan komponen lokal mulai dari rangka, bodi, hingga komponen penggerak. Semuanya komponennya buatan sendiri kecuali baterainya masih impor. Keunggulan yang lain terletak pada kecepatan yang akan dipasang daya sebesar 30 kilowatt," ujar salah satu anggota tim, Grangsang Sotyaramadhani, sebagaimana dinukil dari laman resmi ITS, Kamis (15/9/2016).
Grangsang menjelaskan, mobil buatan anak bangsa ini dapat bersaing di dunia industri. Sebab pada masa mendatang dunia automotif akan beralih ke teknologi listrik, dan saat ini level teknologi kendaraan listrik di berbagai negara juga dalam proses pengembangan.
"Semoga Lowo Ireng dapat menjadi salah satu brand mobil yang berlalu lalang di jalanan Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, supercar Lowo Ireng masih menggunakan mesin berbahan bakar bensin. Sedangkan dalam proses pengerjaannya, saat ini tim sudah mulai melakukan prototyping di Gedung Riset Mobil Listrik ITS.
"Jika tidak ada kendala, kami optimis akan rilis pada awal tahun depan," imbuh dosen pembimbing Dr M Nur Yuniarto. (ira)
(Susi Fatimah)