Asyiknya Belajar Langsung Bersama Maestro Seni

Prabowo, Jurnalis
Sabtu 30 Juli 2016 12:10 WIB
Abdul Aziz dengan Lukisan Candi Plaosan. (Foto: Prabowo/Okezone)
Share :

YOGYAKARTA – Sebanyak 150 pelajar sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) dari berbagai sekolah di Tanah Air menimba ilmu langsung dengan 10 maestro seni. Para pelajar itu mengaku senang karena pengalaman yang didapat sungguh luar biasa.

"Belajar dengan maestro itu sangat menyenangkan, kami jadi lebih termotivasi untuk terus berkarya, lebih bersemangat dalam belajar," kata pelajar Jurusan Seni Lukis SMKN 9 Surakarta, Abdul Aziz Asy Syukri, kepada Okezone, usai pementasan seni dan budaya di UGM.

Abdul sendiri merupakan salah satu dari 150 pelajar yang mendapat kesempatan belajar langsung dengan sang maestro. Meski hanya belajar selama 10 hari, ilmu yang diperoleh cukup banyak.

"Setiap maestro mengajar 15 pelajar dari latar belakang berbeda," ujar Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Endang Caturwati.

Menurut dia, tujuan belajar bersama maestro ini untuk menguatkan jati diri dan membangun karakter bangsa melalui pembelajaran seni budaya kepada generasi muda.

"Mereka mendapat kesempatan menyerap pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki para maestro," imbuhnya.

Setelah 10 hari menimba ilmu, para pelajar itu unjuk kebolehan dengan mengelar pameran dan pagelaran di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadihardja Soemantri (Purna Budaya) UGM. Pertunjukan yang dihelat pada Jumat, 29 Juli 2016 malam itu cukup memukau ratusan orang yang hadir. Mereka menampilkan beragam seni tari tradisi, seperti tari Bali, Melayu, hingga menyanyi kroncong, serta pameran seni lukis.

Adapun para maestro pada program ini, yakni mulai dari Tom Ibnur dari Jambi yang tak lain maestro seni melayu, Temu Misti dari Banyuwangi yang merupakan maestro tari gandrung, dan Ni Ketut Arini dari Bali merupakan maestro tari Bali.

Kemudian, maestro seni teater, yakni Nano Riantiarno asal Jakarta yang tak lain maestro teater modern dari teater Koma, dan Sirajul Huda asal Kalimantan Selatan merupakan maestro teater tradisi Mamanda.

Seni musik dengan maestro Sundari Soekotjo yang tak lain maestro kroncong, Ismet Ruchimat asal Bandung merupakan maestro seni musik etnik Samba Sunda, dan Amaq Raya asal Lombok yang merupakan maestro seni musik tradisi Gendang Beleq.

Kemudian maestro seni rupa Putu Sutawijaya dari Yogyakarta. Pria kelahiran Bali itu banyak menimba ilmu di Kampus ISI Yogyakarta. Karya-karyanya juga tak asing bagi seni rupa di Yogyakarta. Terakhir, I Made Sidia asal Bali yang tak lain pelaku Seni Multi Media. (ira)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya