"Semua kaitannya dengan pendidikan, tak ada ikatan khusus apa pun. Tenaga pengajar asing di sini tak hanya Turki, tapi juga ada Amerika, Inggris, dan Filipina," tegasnya.
Menyikapi hal ini, Sutirto pun tengah menjalin koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan jajaran terkait lainnya agar isu tersebut tak menggangu kondusifitas dunia pendidikan di sekolah dengan jumlah sekira 700 siswa tingkat SD hingga SMA.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta meminta Pemerintah Indonesia memutus kerja sama semua lembaga pendidikan di Indonesia dengan NGO Pasiad, alasannya NGO tersebut dituduh sebagai jaringan teroris.
Berikut sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia yang dinilai Pemerintah Turki dibiayai oleh Gulen:
1. Pribadi Bilingual Boarding School, Depok, Jawa Barat.