Tak Ada Jual Beli Kursi PTN

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Kamis 30 Juni 2016 11:10 WIB
Foto: Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

Hingga saat ini, Intan mengaku belum mendapat laporan terkait titip-menitip bangku apalagi sampai harus mengeluarkan sejumlah uang untuk 'membeli' kursi di PTN. Dia juga berharap hal tersebut tidak terjadi, meskipun rektor punya kewenangan.

"Kalau nilainya jelas dan semua tahu, saya rasa yang mau titip itu juga malu. Sehingga kami harap jangan sampai terjadi. Mahasiswa baru harus lulus karena passing grade dan nilai," terangnya.

Penentuan nilai sebagai syarat masuk PTN, imbuh Intan, juga diharapkan menjadi dasar pada pelaksanaan ujian mandiri di masing-masing kampus negeri. Sebab, kampus yang melaksanakan ujian mandiri juga mencari calon lulusan yang baik sehingga proses seleksinya juga harus berdasar kemampuan calon mahasiswa baru.

"Ujian mandiri pengawasan di universitas masing-masing. Saya rasa kampus yang menyelenggarakan ujian mandiri juga tidak mau menerima mahasiswa yang pada akhirnya tidak bisa mengikuti pelajaran atau sampai drop out. Mereka ingin mencetak lulusan terbaik sehingga harus menyeleksi dengan baik," tandasnya.

Berdasarkan pengalaman seorang ibu berinisial B, pada 2013 silam dia pernah mendapat tawaran masuk PTN bagi putri sulungnya. Jalur ‘pintu belakang’ itu dicetuskan seorang satu dosen di sebuah kampus negeri ternama di panitia lokal Jakarta. Tak tanggung-tanggung, B diminta untuk membayar Rp500 juta untuk satu kursi di kampus tersebut. Beruntung, dia mau menolak dan anaknya pun berhasil lolos di salah satu universitas negeri di Jawa Tengah melalui jalur SBMPTN. (ira)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya