Wanita yang merintis usaha rumahan ini terkejut mendengar permintaan si oknum. Bahkan, ujar B, oknum tersebut mengancam, jika tidak membayar, maka anak sulungnya tidak akan bisa diterima di PTN mana pun.
"Saya kan pedagang kecil, ya tidak mungkin mau masuk ke PTN sampai harus bayar Rp500 juta. Untuk mereka mungkin kecil, tapi bagi saya dan suami kan besar sekali. Saya juga tidak memaksakan anak untuk masuk PTN. Semua keingian si anak. Saya dan suami hanya mendukung," paparnya.
B pun pasrah jika si sulung memang belum mendapatkan kesempatan masuk PTN. Gagal di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), si anak pun mengikuti
jalur SBMPTN. Ibu dan anak itu berusaha tidak mengindahkan ancaman oknum dosen tadi.
"Saya ajak anak saya untuk berdoa bersama-sama. Karena kalau memang rejeki juga tidak akan ke mana. Saya memang orang enggak punya, tapi saya enggak mau pakai cara-cara curang seperti itu. Walaupun orang itu sampai ancam-ancam saya tidak bisa masuk PTN," ucap wanita berkerudung itu.