JAKARTA - Hanya sekira 17 persen dari total peserta SBMPTN 2016 yang diterima di 78 kampus negeri. Hal ini menunjukkan ketatnya persaingan menembus seleksi PTN.
Status sebagai mahasiswa PTN sendiri menjadi daya tarik jutaan alumni SMA dan sederajat mengikuti berbagai seleksi. Di sisi lain, fenomena ini menjadi celah bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab dalam mengeruk keuntungan.
Salah satu orangtua mahasiswa berinisial B mengungkapkan, pada 2013 dia mendapat tawaran masuk PTN bagi putri sulungnya. Jalur "pintu belakang" itu dicetuskan seorang satu dosen di sebuah kampus negeri ternama di panitia lokal Jakarta. Tawaran tersebut tentu tidaklah gratis.
"Oknum itu bilang, jika saya ingin si sulung masuk ke PTN tersebut, harus bayar Rp500 juta," ungkap B kepada Okezone, belum lama ini.