Kuliah di UGM, Nadia Ingin Mengabdi Jadi Perawat

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Minggu 26 Juni 2016 11:44 WIB
Mahasiswa penerima bidikmisi di UGM, Nadia Atina Solihati didampingi kedua orangtuanya. (Foto: dok. UGM)
Share :

"Sebulan penghasilan bapak Rp500 ribu dari penjualan hasiI kebun seperti kelapa dan cengkeh. Untuk menambah penghasilan, kadang bapak ngojek jika ada tetangga yang membutuhkan," sebutnya.

Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, Nadia bertekad tidak ingin membebani kedua orangtuanya. Alhasil, sejak sejak kelas X dia sudah mulai menunjukkan prestasi akademis yang baik. Berkat prestasinya itu Nadia bahkan hanya membanyar SPP sebesar 50 persen atau Rp100 ribu per bulan.

"Untuk nilai ya Alhamdullilah selalu di atas rata-rata. Semisal untuk nilai pelajaran kimia dan biologi sembilan, juga untuk nilai-nilai yang lain," ujarnya.

Dara kelahiran 11 Mei 1998 itu juga mengaku, pernah meraih prestasi juara II Karya Ilmiah Remaja (KIR) Provinsi Jawa Tengah. Pada lomba KIR 2014 itu, Nadia bersama tim mengusung karya inovasi pembuatan sirup dari kulit buah manggis. Selain itu, pengagum Nelson Mandela dan Soekarno tersebut juga termasuk siswa yang aktif di sekolahnya, yakni ikut bergabung dalam OSIS.

"Nelson Mandela, kita tahu ia tidak membeda-bedakan, sementara Soekarno jelas karena perannya telah memerdekan bangsa ini," pungkasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya